Judul buku: 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an
Penulis: H. Sa’dullah SQ, SAg
Penerbit: Gema Insani
Cetakan: Edisi Revisi Keempat, 2013
Tebal: ix+ 121 Halaman
ISBN: 978-979-077-253-3
Menghafal Al-Quran Menjadi Lebih Fleksibel
dakwatuna.com - Kesulitan menghafal Al-Quran pasti
sering dikeluhkan oleh para calon hafizh maupun hafizhah. Entah karena
lamanya menghafal atau sudah hafal ditinggal membuat hafalan yang baru
jadi lupa dengan hafalan yang lama. Oleh karena itu perlu sekali adanya
buku untuk penghafal Al-Quran untuk memotivasi. Dalam buku ini waktu
tahfizh (menambah hafalan) dengan takrir (mengulang hafalan) harus
benar-benar dibedakan. Karena menambah hafalan itu lebih mudah daripada
mengulang, karena banyak ayat yang sama dalam Al-Quran dan juga
tempat-tempat yang sama dalam Al-Quran.
Buku ini sangat apik dalam penyusunannya, rapi mulai dari awal
keistimewaan bagi para penghafal Al-Quran, sampai metode yang digunakan
dalam menghafal pun di sini dijelaskan. Mungkin karena buku yang saya
resensi ini sudah edisi revisi keempat. Jadi tampak kelengkapannya.
Apalagi disertai dengan lampiran yang berisi tentang jadwal menghafal
dalam sehari yang harus sekian halaman, takrir 1 dan takriri 2 harus
target sekian juz. Semua dijelaskan dan diberi pemahaman, sehingga buku
ini sangatlah direkomendasikan untuk siapa pun yang baru memulai
menghafal atau pun sudah pernah menghafal. Agar lebih terorganisir lagi
hafalannya dengan membaca buku ini.
Sembilan cara ampuh menghafal Al-Quran yaitu, Memahami makna ayat
sebelum dihafal. Mengulang-ulang membaca (bin-nazhar) sebelum menghafal.
Mendengarkan bacaan orang yang lebih ahli. Sering menulis ayat-ayat
Al-Quran. Memerhatikan ayat atau kalimat yang serupa. Takrir hafalan
sendiri. Takrir hafalan dalam shalat. Takrir hafalan bersama-sama.
Takrir bersama guru.
Dan tentunya penghafal tidak seperti orang kebanyakan, kita harus
bisa menjaga diri dan perilaku kita karena tidak semua orang mengemban
tugas istimewa ini. Karena semakin banyak perbuatan maksiat hafalan pun
tidak mau menempel. Lama waktu dalam menghafal tidak masalah, asalkan
kita bisa istiqamah insya Allah tujuan kita menghafal sampai khatam dan
lancer akan menjadi kenyataan. Selamat membaca!
Alamat
Pondok Manggis Kincir Air, Bojong Baru Kec. Bojong Gede Kab. Bogor Jawa Barat, 16320, Telp. +62-21 49116747 , +62-813 14004943 ,+62-858 88321521,
E-Mail: tholabulilmi49@yahoo.com Face Book : Nurul Ilmi
Rabu, 26 Maret 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Adab Terhadap Guru
SOSOK guru tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Mulai dari
kita kecil sampai kita dewasa kita akan bertemu terus dengan sosok
guru. Seorang yang diguguh dan ditiru ini menyalurkan ilmu
pengetahuannya kepada murid-muridnya agar mereka menjadi seseorang yang
dapat berkarya sesuai dengan bakat, prestasi, dan kualitas yang
dimiliki masing-masing.
Dengan perannya yang sangat besar dalam kehidupan kita, maka sepantasnya guru itu dihormati oleh kita. Dalam Islam pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bersikap selaku murid terhadap gurunya.
Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut,
Dengan perannya yang sangat besar dalam kehidupan kita, maka sepantasnya guru itu dihormati oleh kita. Dalam Islam pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bersikap selaku murid terhadap gurunya.
Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut,
- Menghormati dan menghargainya. Hal ini sebagaimana pengamalan atas sabda Rasulullah SAW. “Bukan dari golongan kami mereka yangtidak menghormati yang tua, tidak menyayangi yang kecil dan tidak mengetahuihak orang yang alim” (Shahih Jami’)
- Tidak mencari-cari kelemahan dankesalahannya.
- Tidak menggibahnya (membicarakannyadengan yang dia tidak senangi), bahkanmembelanya ketika digibah orang lain.
- Mendoakannya dari kejauhan semoga diberi pahala atas ilmu yang sudah ia ajarkan.
- Mengambil manfaat dari kebaikan sang guru,dan tidak mencontohnya jika berbuat salah
- Menisbatkan ilmu yang ia ajarkan kepadanya; karena hal itu mengangkat kedudukannya di mata manusia
- Menjaga adab berbicara dan diskus idengannya.
Senin, 17 Maret 2014
Berpolitik berdasarkan syariah adalah Ibadah,
"Berpolitik
berdasarkan syariat adalah Ibadah, namun lembaga pendidikan seperti
pesantren, sekolah dan kampus atau tempat ibadah seperti masjid dan
musholla bukanlah tempat yang tepat untuk berpolitik praktis, sekalipun
santri, siswa, mahasiswa dan umat harus
diajarkan bagaimana Politik yang santun, berakhlaq karimah, dan sesuai
syariat, karena mengetahui, mengerti, dan memahami politik secara benar
adalah suatu keharusan agar lahir para politisi muslim yg berakhlaq
karimah dan tidak menjadi korban politik, .....
(by.H.Faisal Muhammad Ali Nurdin,Lc,MA)
Langganan:
Postingan (Atom)
